Waspadai Anak Mengalami Gejala Conduct Disorder, Lakukan Pengobatan Dengan Rehabilitasi

Conduct Disorder
Gambar Ilustrasi

Anak merupakan titipan Tuhanyang harus dijaga dan dididik dengan baik. Namun, tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan tentang masalah dalammendidik anak-anaknya. Ada bebarapa gangguan perilaku menyimpang dan melanggar norma yang bisa menyerang anak-anak yaitu conduct disorder. 
 
Gangguan perilaku ini rentan terjadi pada anak usia 6-8 tahun. Agar lebih memahami gejala conduct disorder. Yuk simak ulasan di bawah ini. 
 
Tanda-Tanda Anak Mengalami Conduct Disorder
Sebagaimana dikutip dari blog gumilar.net, gangguan perilaku ini bisa dilihat dari perubahan perilaku anak-anak. Adapun tanda-tanda yang umumnya bisa dilihat antara lain sering berdebat dengan orang tua. Ketika misalnya anda mencoba menasihatinya agar pulang dari bermain tepat waktu dan dia seringkali membantah , maka anda perlu mewaspadai hal ini. Jika semakin dibiarkan bisa jadi kondisi ini semakin parah sehingga perilaku yang menyimpang bisa saja semakin besar. 
 
Tidak hanya sering membantah, anak anda juga sering marah ketika diganggu orang lain. Mereka tidak akan segan-segan melakukan perlawanan fisik pada orang yang tidak disukainya. Jika dia sedang bergaul dengan teman sepermainan dan tanpai pengawasan orang tua, maka hal ini bisa saja berakibat cukup membahayakan. Apalagi jika perilakunya sampai mencoba pergi dari rumah atau bermain di malam hari, maka anda harus lebih wasapada.
 
Gejala conduct disorder juga bisa ditandai dengan perilaku suka mencuri atau merusak barang milik orang lain. Ia juga seringkali berbohong hanya untuk mendapatkan persetujuan dari orang lain. Jika memang keinginannya tidak segera dipenuhi mereka akan berusaha mengancam maupun menakut-nakuti. Selain perilaku yang menyimpang terhadap sesama manusia, kondisi ini juga bisa saja terjadi pada hewan seperti memberikan perlakuan yang buruk pada binatang.
 
Penyebab Anak Melakukan Perilaku Menyimpang
Perilaku menyimpang yang sering dilakukan oleh anak ternyata disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor penyebab pertama adalah kondisi mental yang masih belum matang sehingga dia mudah terpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Hal ini bisa dilihat dari perilaku anak yang cenderung mengikuti perbuatan tidak baikyang dicontohkan orang lain karena dianggap menarik.
 
Selain mental, gejala conduct disorder juga bisa disebabkan karena emosi yang tidak stabil. Kondisi ini dapat dipicu karena kurangnya kasih sayang dari orang-orang terdekat.Maka dari itu, anda sebagai orang tua perlu berintropeksi diri, apakah selama ini kasih sayang dan perhatian yang telah diberikan sudah cukup sehingga anak tidak sampai kekurangan kasih sayang. Karena ini bisa mengakibatkan kondisi emosional anak menjadi tidak baik.
 
Namun, selain dari kurangnya perhatian yang diberikan oleh orang tua, ternyata kelebihan perhatian juga bisa menyebabkan perilaku anak-anak menyimpang. Anak yang merasa dimanja maka ia akan melakukan banyak hal semaunya. Seakan-akan ia berpikir bahwa apa yang dilakukannya akan selalu didukung oleh orang lain termasuk orang tuanya. Maka dari itu, anda juga perlu membatasi perhatian yang berlebihan. Berikan perhatian yang cukup namun tidak berlebihan.
 
Faktor lain dari munculnya gejala conduct disorder yang dialami oleh anak adalah lingkungan sosial yang kurang tepat. Bisa jadi dari keluarga maupun teman sepermainan. Anak yang hidup di lingkungan keluarga yang terbiasa dengan perilaku menyimpang akan terdorong untuk melakukan hal yang sama. Hal ini karena mereka berfikir bahwa tindakan tersebut merupakan hal yang wajar. Selain dari keluarga, mereka juga bisa menirunya dari teman sepermainan.
 
Cara Menyembuhkan Anak Yang MengalamiConduct Disorder
Pengobatan untuk gangguan perilaku ini tidak bisa dilakukan secara medis, karena belum ada obat yang tepat untuk mengurangi tindakan menyimpang. Umumnya pengobatan dilakukan dengan melakukan konselling dengan para psikiater. Namun, saat ini mulai dikembangkan metode terapi untuk mengobati gejala conduct disorder, yaitu binaural beats.
 
Terapi ini tidak menggunakan obat-obatan medis untuk mengatasi masalah kenakalan anak-anak. Namun terapi dari ahli psikiater dengan menggunakan frekuensi gelombang otak, sehingga kenakalan anak-anak bisa berkurang. Dengan demikian tingkah laku anak menjadi lebih baikdan teratur.
 
Masa anak-anak memang masih dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Kenakalan yang dialami oleh anak-anak seringkali dianggap sebagai halyang wajar. Padahal perilaku yang menyimpang jika dibiarkan secara terus menerus bisa berakibat pada tingkah laku yang merugikan dan membahayakan orang lain. Maka dari itu perlu dilakukan terapi khusus agar anak bisa pulih dari perilaku yang menyimpang sehingga tindakannya menjadi lebih baik.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »