Bahaya Meremehkan Kesemutan

Rasa kebas adalah

Sensasi rasa kebas sering kali dirasakan di beberapa bagian tubuh seperti tangan dan kaki, terutama ketika bagian tubuh tersebut tertekuk dalam waktu yang cukup lama. Rasa kebas tersebut bisa hilang ketika posisi berubah dan aliran darah dapat kembali lancar. Kalau anda masih belum paham penjelasan tersebut, Rasa kebas adalah suatu kondisi mati rasa yang mana dimana bagian tubuh tertentu tidak bisa merasakan apapun termasuk sentuhan dan rasa sakit. Banyak orang yang meremehkan mati rasa atau kesemutan karena mereka merasa bahwa kondisi tersebut sering terjadi dan dialami oleh siapa saja. Padahal belum tentu kondisi tersebut merupakan kondisi yang wajar terjadi, ada kemungkinan mati rasa menjadi salah satu gejala gangguan pada saraf alias neuropati.

Penyakit neuropati adalah kondisi dimana terjadi kerusakan pada saraf tepi. Saraf tepi merupakan penghubung antara organ tubuh dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Ketika saraf tepi mengalami gangguan, maka otak dan sumsum tulang belakang tidak bisa mendapatkan sinyal ketika bagian tubuh mendapatkan rangsangan seperti rasa sakit, perbedaan suhu ataupun ketika terjadi luka. Yang menjadi gejala awal terjadinya kerusakan pada sistem saraf tepi ini adalah kesemutan. Kesemutan menjadi sinyal pertama yang menandakan ada hal yang salah pada tubuh, karena itulah jangan sampai anda meremehkan gejala ini. 

Cara paling mudah untuk membedakan apakah kesemutan yang anda alami adalah kondisi normal yang sering terjadi pada sebagian besar masyarakat atau tidak adalah dengan melakukan peregangan pada tubuh atau mengubah posisi. Bila kesemutan terjadi ketika bagian tubuh yang mengalami kesemutan tersebut berada pada posisi tertetuk, ketika tubuh diregangkan maka aliran darah yang sebelumnya tidak lancar akibat posisi yang tidak pas akhirnya menjadi lancar kembali dan rasa kesemutan bisa hilang. Namun bila rasa kesemutan tidak hilang-hilang walaupun sudah berganti posisi dan melakukan berbagai macam peregangan, maka anda perlu khawatir dan sebaiknya segera memeriksakan diri anda ke dokter. 

Mungkin pada awal-awal anda hanya akan merasakan kesemutan saja, akan tetapi ketika dibiarkan begitu saja maka kondisi tersebut bisa menjadi lebih buruk, nantinya gejala tersebut bisa berlanjut dari kesemutan menjadi kram, lalu muncul sensasi seperti terbakar hingga kaku-kaku. Ketika kondisi tubuh sudah parah, kulit anda bisa terlihat bersisik dan mengkilap dan yang terakhir bagian tubuh anda akan mati rasa. Padahal fungsi dari saraf sensorik adalah untuk mencegah agar tidak terjadi kerusakan jaringan, misalnya dari rasa sakit atau rasa panas dari api. Sehingga ketika saraf sensorik sampai rusak, bisa terjadi hal yang berbahaya. Bisa saja seseorang bersentuhan dengan sesuatu yang memiliki potensi untuk merusak tubuh namun tubuh tidak bisa merasakan bahaya tersebut.  Apabila sudah mengalami neuropati atau kerusakan saraf, fungsi saraf yang rusak adalah saraf sensorik untuk mendeteksi rasa panas, dingin dan juga sentuhan, kemudian saraf motorik yang memberikan perintah untuk menggerakkan tubuh dan saraf otonom yang memiliki fungsi untuk menggerakkan bagian tubuh atau organ secara tidak sadar. 

Pada tahap awal dan moderat kerusakan saraf, saraf yang rusak masih bisa disembuhkan apabila langsung diberikan tindakan yang tepat oleh dokter. Akan tetapi, bila dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanganan yang tepat hingga sebagian besar tubuh mengalami mati rasa, maka kerusakan yang terjadi pada saraf sudah lebih dari 50%. Tentu saja ketika saraf sudah rusak maka kualitas hidup menjadi menurun drastis, anda tidak bisa melakukan aktivitas secara normal bahkan sekedar untuk memegang gelas. Ketika hal ini sudah terjadi, tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya. 

Ketika neuropati sudah terjadi, tidak ada yang bisa dilakukan selain mengurangi gejala-gejala yang timbul. Namun anda masih bisa mencegah neuropati terjadi dengan cara berolahraga secara rutin walaupun hanya 3 hari dalam seminggu atau 10 menit setiap harinya, mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seperti daging merah, beras merah, bekatul serta melakukan deteksi dini. Apabila anda merasakan gejala-gejala penyakit neuropati, segera berkonsultasi dengan dokter.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »